
BINJAI, INFO KARO TANGERANG -Ketua DPRD Langkat, Rudi Hartono Bangun, dituding melakukan pelecehan dan penghinaan kepada sejumlah warga ketika menyampaikan aspirasi di gedung dewan terkait konflik lahan antara PT Jaya Baru Pratama (JBP) dengan Kelompok Tani Indonesia Teluk Aru, Selasa, (6/7) Lalu.
“Sebelum ke sini (gedung dewan, red), Saudara-saudara makan apa sehingga terlalu bersemangat,” demikian pernyataan Rudi dalam sesi tanya jawab di gedung rapat DPRD Langkat yang membuat 20-an perwakilan kelompok tani tersinggung dan gerah.
Sunarto, salah seorang perwakilan warga menyela, “Bapak wakil rakyat yang terhormat, Anda sadar mengeluarkan kata-kata itu? Kami datang menyerahkan nasib kami, kenapa demikian sikap Anda. Tidak semestinya Anda bicara demikian,” kata Sunarto.
Rudi lalu mengaku pernyatan itu bagian dari intermeso (selingan) agar suasana lebih akrab. Namun ketika kembali menerima interupsi dari warga tentang kalimat itu, Rudi mengeluarkan suara lantang. “Diam, ini gedung DPR. Jangan coba-coba membuat suasana gaduh, tolong hargai!” bentak Rudi.
Akhirnya tanpa kesepakatan, Rudi Bangun pergi meninggalkan statemen tak bersedia menyalami satupun perwakilan warga. Saat mendengar pernyataan warga akan bertahan di gedung dewa, Rudi berkata ketus, ““Jika nantinya Saudara-saudara mau berdiam di sini, silahkan saja sambil melihat-lihat seputar keadaan (area kompleks perkantoran, red) sini,” katanya.
Sekedar diketahui, ribuan warga kelompok tani itu datang dengan tujuh truk. Mereka sudah beberapa kali mengadu ke DPRD maupun Pemkab Langkat terkait Hak Guna Usaha (HGU) PT Jaya Baru Pratama (JBP) di wilayah Pangkalan Susu, namun hingga saat ini tak ada kepastian. (ndi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar