Tampilkan postingan dengan label Info Parlemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Parlemen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Juli 2010

info PARLEMEN : Raperda Rokok Dikhawatirkan Mandul


Rokok.jpg

DEWAN KOTA, INFO KARO TANGERANG -- Pro dan kontra dengan Rancangan peraturan daerah (Raperda) larangan merokok di Kota Tangerang, kembali menjadi gunjingan banyak kalangan. Perda yang bersentuhan dengan social masyarakat ini mengingatkan kita dengan beberapa Peraturan daerah (Perda) yang menjadi mandul (tidak evektif) karena tidak dapat terealisasi.

“Memang saat ini DPRD tengah membahas 8 Raperda yang diajukan Pemkot, salah satunya tentang rokok. Akan tetapi saat ini masih masuk dalam pembahasan dan kamipun tengah mengkaji betul keefektivannya, pasalnya kalau tidak efektif untuk apa diketuk palu, karena hanya akan membuang banyak tenaga dan biaya saja,” ungkap ketua DPRD kota Tangerang, Herry Rumawatine kepada wartawan.

Herry juga mengatakan, tidak semua Raperda yang diajukan Pemkot wajib diketuk palu, misalnya saja pada beberapa tahun lalu, Raperda pendidikan tidak disahkan karena terbentur dengan Peraturan Pemerintah (PP), akan tetapi setelah keluarnya PP baru disahkan. Sehingga bukan tidak mungkin bahwa Raperda rokok ini tidak disahkan bila setelah hasil pembahasan raperda rokok ini tidak evektif.


Untuk saat ini, Herry juga mengungkapkan bahwa beberapa Perda yang tidak evektif sudah diusulkan untuk dievaluasi bahkan dicabut ataupun direvisi, sehingga tidak akan ada lagi perda yang tidak efektif, sebut saja Perda becak yang tidak dapat diterapkan dengan alasan sosial.


“sebenarnya saya lebih cenderung kepada pengaturan, bukan pelarangan,” tutur Herry saaat ditanya seperti apa baiknya masalah rokok ini diberlakukan dimasyarakat. (n/isa)

Baca Selengkapnya...!!!!

Kamis, 15 Juli 2010

info PARLEMEN : Pramono Anung, Bantah Tak Bikin Laporan Kekayaan


                                                                      Pramono Anung  

JAKARTA, INFO KARO TANGERANG - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Pramono Anung, membantah belum memberikan laporan harta kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Saya sudah melaporkan harta kekayaan saya, dan ada tanda terimanya. Tanggal 11 Februari saya serahkan langsung di ruang pimpinan KPK Bapak Haryono (Umar)," kata Pramono secara tertulis ke media massa.

Pramono sebelumnya disebut satu dari 138 anggota DPR yang belum melaporkan hartanya. Selain Pramono, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan juga disebut-sebut.

Taufik Kurniawan sendiri menjelaskan, sebenarnya laporan harta kekayaan miliknya sudah siap dan tertata rapi. "Ini perlu diluruskan. Tidak terlalu lama lagi akan diserahkan. Hanya menunggu koordinasi fraksi, karena berdasarkan kesepakatan Fraksi PAN, kami akan menyampaikannya secara kolektif," kata Taufik.

Ia menjamin, tak lebih dari seminggu, seluruh anggota Fraksi PAN akan siap menyerahkan LHKPN secara lengkap. "Nanti sore kami akan menggelar rapat terkait hal itu. Sesuai arahan Ketua Umum, minggu depan harus diserahkan kepada KPK," kata Taufik.

Wakil Ketua DPR Anis Matta menegaskan, sejak awal pimpinan DPR telah mengimbau kepada seluruh anggota dewan untuk mempercepat penyerahan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) kepada KPK. "Pimpinan sudah memberikan imbauan dan peringatan moral. Tapi beberapa teman memang punya kendala administrasi," kata Anis di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis 15 Juli 2010.

Anis menyatakan, LHKPN memiliki kekuatan hukum sehingga sebelum dilaporkan harus dipastikan fix terlebih dahulu. Menurutnya, karena itulah banyak anggota yang belum menyerahkan LHKPN. Mereka harus memastikan bahwa segala keterangan dan bukti yang mereka lampirkan di LHKPN, benar adanya.  (n/isa)
Baca Selengkapnya...!!!!

Rabu, 14 Juli 2010

info PARLEMEN : Atap Gedung DPRD Tangsel, Ambruk !!!


PAMULANG, INFO KARO TANGERANG -Para anggota DPRD Kota Tangsel menilai kantor yang saat ini mereka huni tidak layak untuk dipakai. Pasalnya, dalam waktu seminggu, dua atap ruangan yang berbeda ambruk.

Menurut salah seorang anggota DPRD Kota Tangsel, Sri Noorlenawati, salah satu atap yang ambruk adalah ruang Komisi C pada Senin (12/7) sore. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi saat hujan turun dengan sangat deras.
"Sebelum ambruk, ruangan itu memang sering bocor jika turun hujan," ucapnya, Selasa (13/7).
Sebelum ambruknya atap ruang Komisi C, sambung Sri, seminggu sebelumnya atap ruang Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Sihabuddin Hasyim, juga ambruk. Menurutnya, ambruknya dua buah atap di kantor DPRD tersebut membuatnya tidak nyaman menempati kantor itu.
Berdasarkan pantauan Republika, ruang Wakil Ketua DPRD sudah dikosongkan. Atap di ruangan tersebut juga sudah tidak ada sama sekali. Sedangkan di ruang komisi C, barang-barang invetaris kantor masih ada dan mengalami beberapa kerusakan.
Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Sihabuddin Hasyim, pihaknya menyayangkan ambruknya atap di dua buah ruangan yang berbeda. Padahal, kantor yang saat ini digunakan untuk kegiatan para anggota dewan tersebut baru selesai direnovasi pada April 2010 lalu. "Ini gak benar namanya, baru direnovasi kok sudah seperti ini," ucapnya.
Sekwan Kota Tangsel Rahmat Salam mengatakan, yang melakukan renovasi pada 2009 lalu bukanlah Pekot Tangsel melainkan pemerintah induk Kabupaten Tangerang. “Kami hanya menerima sudah jadi,” tandasnya Rahmat. (n/isa)
Baca Selengkapnya...!!!!

Minggu, 04 Juli 2010

Reses Anggota Dewan akan Dievaluasi


SETU, INFO KARO TANGERANG - Pimpinan DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan mengevaluasi reses pertama. Pimpinan DPRD menilai waktu untuk bertemu konstituen dalam agenda reses terlalu singkat.

Ketua DPRD Kota Tangsel, Bambang P Rachmadi kepada wartawan mengatakan akan mengevalusi reses pertama. Kemudian, akan dilakukan perbaikan pada reses selanjutnya.

Selama 2010 DPRD akan melangsungkan tiga kali reses. Reses pertama sudah berlangsung pada pertengahan Juni lalu selama seminggu. Reses DPRD dibagi per daerah pemilihan (DP).

Bambang mengungkapkan untuk reses ke depan, perlu diperpanjang waktu pertemuan antara konstituen dan anggota DPRD.

Politisi Partai Demokrat ini menolak jika reses pertama dinilai tidak efektif. Reses cukup efektif dengan menyerap aspirasi dari masyarakat.

“Reses pertama dikelola langsung oleh sekretariat DPRD. DPRD tidak diperkenankan mengelola anggaran,” kata Bambang. (man)
Baca Selengkapnya...!!!!