Tampilkan postingan dengan label info DIDAKTIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info DIDAKTIKA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Juli 2010

info DIDAKTIKA : Menlu Australia Resmikan MTs Sukamulya Balaraja


rangga
BALARAJA, INFO KARO TANGERANG-Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Stephen Smith didampingi Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa meresmikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sukamulya Balaraja, Desa Tobat, Kabupaten Tangerang, hari ini.

MTs tersebut dibangun dengan bantuan dana hibah pemerintah Australia melalui program AusAID sebesar Rp716 juta yang pembangunannya telah selesai pada bulan Desember 2009.


MTs tersebut saat ini memiliki 70 siswa yang akan memulai tahun akademik diakhir Juli 2010, dengan berjalannya waktu MTs tersebut akan memiliki 128 orang siswa.

Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia Stephen Smith mengatakan, Australia dan Indonesia merupakan dua negara tetangga yang telah menjadi mitra kerja dan sahabat, sehingga memberikan bantuan di sektor pendidikan merupakan salah satu hal yang penting.

"Oleh karena itu, memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak Indonesia merupakan hal yang penting guna membantu program pemerintah Indonesia yang dikenal dengan wajib belajar sembilan tahun," kata Smith dalam sambutannya pada acara peresmian MTs tersebut.

Selain memberikan bantuan di bidang pendidikan seperti pembangunan sekolah-sekolah di daerah terpencil, Australia juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin belajar ke Australia. "Semoga lulusan Madrasah Balaraja ini bisa mendapatkan beasiswa di Universitas Nasional Australia seperti Menteri Marty Natalegawa," tambah Smith.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa pembangunan madrasah ini merupakan wujud kerja sama Indonesia dan Australia, khususnya di bidang pendidikan.

"Peresmian ini menjadi testimoni dari kepedulian diplomasi bagi kerja sama bilateral program pendidikan dasar RI-Australia untuk mencapai target wajib belajar sembilan tahun anak Indonesia yang akan mencapai targetnya pada tahun 2012, dan ini adalah sekolah yang ke 2000 di Indonesia yang dibantu pendanaannya oleh Australia" ujar Menlu Marty Natalegawa.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ismet Iskandar yang juga turut menghadiri acara peresmian menyatakan apresiasinya kepada kepedulian Pemerintah Australia terhadap pendidikan di Indonesia. “Sebelum MTs ini dibangun hanya ada satu sekolah tingkat menengah pertama di desa ini, dan kapasitasnya saat ini sudah penuh. Dengan adanya MTs ini pasti akan sangat bermanfaat khususnya bagi masyarakat di desa ini. Sekarang anak-anak di desa ini memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan mereka apalagi sekolah ini gratis,” kata Ismet.

Ismet juga mengatakan, ada lokasi lain juga di wilayah Kabupaten Tangerang yang mendapat bantuan bangunan sekolah dari Pemerintah Australia selain di Balaraja, diantaranya di Kecamatan Kresek, Kronjo, Mauk, dan Cisoka.(n/isa)
Baca Selengkapnya...!!!!

Jumat, 16 Juli 2010

info DIDAKTIKA : SD Koalisi Nasional Serang, Bakal Uji Coba RSBI



SD Koalisi Nasional Kota Serang yang berdekatan dengan Alun- alun Timur Serang, baru akan me-launching kelas SBI bulan depan. “Sekarang masih belum siap, nanti konfirmasinya bulan depan saja sambil peluncuran kelas SBI,” jelas Kepala SD Koalisi Nasional Serang Dewi Cahyaningrat saat ditemui wartawan, di Serang, kemarin.


Dewi mengatakan, sekolah memiliki 6 kelas yang mendapat izin berkonsep kelas SBI yakni masing-masing dua kelas untuk kelas I, II, dan III. Sementara ini yang baru siap dijalankan adalah kelas I dengan ruang kelas berjumlah satu unit yang dipakai dua rombongan belajar dengan jadwal bergantian masuk pagi dan siang.


Saat wartawan melakukan pemantauan kelas SBI sesuai petunjuk Dewi, kelas tersebut masih berlangsung aktivitas psikotes murid baru. Kelas SBI yang dimaksud Dewi berada di lantai atas di bagian pojok sebelah kanan. Hanya terisi sekira 24 anak.


Ruang tersebut memang telah dilengkapi projector dan peralatan canggih lain untuk mendukung sarana belajar mengajar. Di ruang tersebut Radar Banten bertemu dengan guru agama bernama Amah. Perempuan berkerudung ini sesekali berbicara bahasa Inggris. Amah mengaku, keberadaan kelas SBI yang menuntut para guru untuk cakap berbahasa Inggris menjadikan motivasi bagi dirinya dan guru lain dalam memperdalam keterampilan berbahasa Inggris.


“Tapi penggunaan bahasa Inggris ala anak SD harus disesuaikan dengan kemampuan mereka berpikir, tentu tidak seperti mengajar anak SMA. Di sini, penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar atau penyampai pelajaran menggunakan bahasa baku tapi difokuskan untuk pelajaran Matematika, IPA, dan tentunya bahasa Inggris,” jelas Amah.


Ia menambahkan, untuk membiasakan anak-anak dalam menggunakan bahasa Inggris saat kegiatan belajar mengajar, ia kerap menyapa mereka dengan good morning atau how are you. Perngenalan bahasa Inggris dengan cara bernyanyi pun menjadi salah satu pilihan yang digunakan. Meskipun Amah adalah guru agama, tapi ia terlihat lebih cakap dalam berbahasa Inggris.

“Saya terus mempelajari bahasa Inggris untuk menyesuaikan kelas SBI di sekolah ini karena pastinya ini adalah tuntutan saat mengajar anak-anak di kelas SBI,” jelas Amah. (n/isa)
Baca Selengkapnya...!!!!

info DIDAKTIKA : SMAN 1 Serang, Berlakukan RSBI Bertahap


SERANG, INFO KARO TANGERANG -Kepala SMAN 1 Kota Serang Azis Haidir mengatakan, perlu satu persepsi memaknai label Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Persepsi masyarakat saat ini, menurut Azis, RSBI identik dengan penggunaan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi kegiatan belajar mengajar di kelas. Padahal, kelas RSBI yang dimaksud mengutamakan manajemen layanan bertaraf internasional.

“Sebelum menghakimi sekolah itu layak atau tidak disebut RSBI, lebih baik dikaji dulu kriteria seperti apa yang dimaksud RSBI. Ini mencakup pada penggunaan teknologi informasi dan bahasa Inggris yang menjadi bahasa pengantar dan penyampai mata pelajaran, tapi itu pun disertai bahasa Indonesia karena kelas RSBI tidak sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris melainkan diselingin bahasa Indonesia,” jelas Azis di ruang kerja, Kamis (15/7).


Azis mengakui, di SMAN 1 Kota Serang yang merupakan RSBI belum semua guru menggunakan bahasa Inggris saat mengajar di kelas. Menurut Azis, kompetensi guru dalam kecakapan berbahasa Inggris tidak serta merta bisa diwujudkan melainkan bertahap.


“Step by step untuk mewujudkan hal ini karena sumber daya yang kami miliki bukan hasil dari seleksi khusus yang memiliki kecakapan berbahasa Inggris, melainkan sumber daya yang telah tersedia sebelum label RSBI kami sandang. Tapi tahapan ke arah itu (kecakapan guru dalam berbahasa Inggris-red) terus dilakukan,” jelas Azis.


Upaya untuk membekali para guru cakap berbahasa Inggris jelas Azis di antaranya meliputi penerapan hari khusus berbahasa Inggris atau English Day. “Ini baru akan kita terapkan semester ini. Kecakapan berbahasa Inggris bukan keahlian tapi habit yang harus dilatih sesering mungkin,” tandas Azis yang sesekali berbahasa Inggris saat berbincang dengan wartawan yang mewawancarainya.


Azis menjelaskan, alasan bahasa Inggris tidak menjadi bahasa tunggal dalam penyampai kegiatan belajar mengajar di kelas karena menjadi konsep yang diterapkan untuk tidak menghilangkan unsur negara asal. Lagipula menurut Azis, itu banyak diterapkan sekolah lain yang menyandang status RSBI.


Tahun ini, SMAN 1 Kota Serang menjadikan kelas X yang terdiri dari sembilan kelas menjadi kelas SBI. Berarti tahun ini, sekolah tersebut memiliki 20 kelas SBI dan enam kelas reguler dengan rincian sembilan kelas untuk kelas X dan XI dan dua kelas di kelas XII.


Meski demikian saat wartawan memantau aktivitas sekolah yang masih dalam suasana masa orientasi siswa (MOS), penggunaan bahasa Inggris tidak diberlakukan. Pun dalam beberapa kalimat semacam sapaan seperti good morning dan sebagainya. Padahal siswa yang mengikuti MOS tahun ini semuanya dinyatakan sebagai siswa kelas SBI yang kelak akan diajar dengan dua bahasa atau bilingual. (n/isa)
Baca Selengkapnya...!!!!

Kamis, 15 Juli 2010

info DIDAKTIKA : ISI Buka Program Studi Teater



SOLO, INFO KARO TANGERANG - Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mulai 2010 mengusulkan pembukaan program studi teater di Jurusan Pedalangan dan mempersiapkan program studi fotografi pada Jurusan Media Rekam serta program studi desain komunikasi visual pada Jurusan Desain.

Rektor ISI Surakarta Prof Dr T Slamet Suparno, dalam Dies Natalis ke-46 ISI, di kampus Kentingan Solo, Kamis, mengatakan, selain program itu, ISI juga sudah mengajukan izin pembukaan program studi penciptaan dan pengkajian seni untuk program S-3.

Menurut dia, pembukaan program itu untuk memperluas kesempatan belajar bagi lulusan S-2 seni.

"Diharapkan tahun akademik 2010/2011 program doktor tersebut sudah dapat dioperasikan," katanya.

Menurut dia, dalam peningkatan akses tersebut harus dibarengi dengan peningkatan mutu dan daya saing, karena tanpa aspek itu lulusan yang dihasilkan oleh ISI Surakarta akan berpotensi menjadi pengangguran intelektual.

Dia mengatakan, persaingan sumber daya manusia di dunia kerja baik tingkat nasional maupun internasional terus meningkat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam berbagai bidang.

Lulusan ISI Surakarta, kata dia, untuk memasuki lapangan kerja yang semakin kompetitif tidak lagi cukup dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan, akan tetapi perlu juga dibekali kepribadian dan kepemimpinan.

"Kecuali itu, lulusan ISI Surakarta tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang sudah ada namun dapat membuka lapangan kerja baru, mahasiswa perlu dibekali pengetahuan kewirausahaan dan ketrampilan hidup," katanya.

Untuk meringankan beban mahasiswa dalam menyelesaikan sudi utamanya kepada mereka yang kurang mampu, ISI Surakarta juga mengusahakan untuk mendapatkan beasiswa. (n/isa)
Baca Selengkapnya...!!!!

Senin, 05 Juli 2010

Unimed Bedah Buku Kolonialisme dan Etnisitas



MEDAN, INFO KARO TANGERANG – Pusat Studi Ilmu-Ilmu Sosial dan Sejarah Universitas Neger Medan akan membedah buku Kolonialisme dan Etnisitas: Batak dan Melayu di Sumatera Timur Laut karya Dr. Daniel Perret dari Ecole Francaise d’Extreme Orient Paris-Jakarta.

Kepala Pussis Unimed, Dr Phil Ichwan Azhari, di Medan, Minggu, mengatakan, buku yang diterbitkan oleh Kepustakaan Popular Gramedia (KPG) Jakarta tahun 2010 itu sangat menarik dibaca karena banyak berisi tentang gambaran kesukuan di Sumatera Timur Laut.

“Bedah buku itu akan dilaksanakan hari Selasa (6/7) Unimed (hari ini-red) . Hadir sebagai narasumber tunggal adalah penulis bukunya yakni Dr. Daniel Perret serta pembanding bebas yakni Prof. Usman Pelly, Prof BA Simanjutak dan T. Lukman Sinar,” katanya.

Ia mengatakan, buku tersebut menampilkan wajah baru dalam melihat identitas kesukuan di Sumatra Timur Laut yang menurut beberapa pakar ahli disebut dengan “campuran etnis eksplosif”.

Buku itu menghadirkan adanya upaya legitimasi dan pemisahan etnis dan reinterpretasi identitas sebelum dan sesudah terbentuknya Pesisir Timur sebagai kawasan perdagangan internasional.

Pemisahan batas-batas etnis itu bermula dengan melihat topografi yang sama seperti pada etnis Pathan di Selatan Thailand yang kemudian merembet kepada pengisian ruang-ruang identitas dengan stigma merendahkan.

“Singkatnya, buku itu mempersembahkan sesuatu yang berbeda dari buku-buku sebelumnya,” katanya.

Alumnus Universitas Hamburg Jerman itu juga mengapresiasikan bahwa buku tersebut ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, sederhana tetapi mendalam. Juga dilengkapi dengan rujukan yang lengkap sehingga mempermudah pelacakan sumber informasi yang disampaikan.

“Salah satu daya tarik buku itu adalah karena uraiannya yang memadukan data-data arkelogis, historis dan antropologis sehingga menambah kedalaman uraiannya,” katanya.
(n/isa)

Baca Selengkapnya...!!!!