SIBOLGA, INFO KARO TANGERANG -Bonaran Situmeang SH, yang terkenal karena sebagai pengacara Anggodo Widjojo siap mencalonkan diri sebagai Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) periode 2011-2016. Bonaran lebih siap lagi jika masyarakat Tapteng meminta dan mendukung dirinya membuat perubahan di kabupaten pesisir Pantai Barat Sumatera itu.
“Bila rakyat Tapteng menginginkan saya maju, saya nyatakan saat ini siap untuk ikut bertarung dalam pemilukada Tapteng. Dan saya juga siap untuk menjadi ‘pembela’ masyarakat di Kabupaten Tapteng,” kata Bonaran Situmeang, usai reuni alumni SMA Katolik Sibolga, Sabtu (3/7).
Menurut pria kelahiran Sorkam, 7 Desember 1962 ini, masyarakat di Tapteng saat ini memprihatinkan. Keluhan warga beragam, mulai dari penyerobotan lahan dan tanah rakyat yang harus berhadapan dengan pemerintahnya, jalan-jalan rusak, pelayanan kesehatan hingga pembangunan yang minim. “Sebagai putra daerah, saya sedih melihat kenyataan yang terjadi saat ini. Sehingga hal itulah yang memotivasi dan menjadi keterpanggilan jiwa saya untuk mencalonkan diri nantinya sebagai Bupati Tapteng,” ucapnya.
Ia mengatakan, siap menjadi ‘pembela’ masyarakat Tapteng untuk pengentasan kemiskinan, kesusahan dan ketertinggalan. “Saya siap membela masyarakat agar mendapat pendidikan gratis, pelayanan kesehatan yang gratis serta membela untuk menciptakan pemerintahan yang bebas dari korupsi,” ungkapnya.
Pengacara yang populer saat menangani kasus Anggodo ini membeberkan, konsep pembangunan yang akan ditawarkannya untuk menjadi Bupati Tapteng sangatlah sederhana. Yaitu, bagaimana agar rakyat tidak susah memperoleh pupuk, arus transportasi lancar, pelayanan kesehatan tersedia, anak-anak bisa bersekolah, serta tanah rakyat tidak diserobot dengan alasan pembangunan. Meskipun dirinya berada di Jakarta, kata Bonaran, dirinya kerap menerima pengaduan atau keluhan dari masyarakat Tapteng atas perlakuan sewenang-wenang pemerintah Tapteng. Bahkan dirinya juga kerap mengikuti perkembangan pembangunan Tapteng yang sangat lamban dari berbagai media massa dan juga lewat internet.
Ironisnya lagi, kata Bonaran, selama berada di kampung halamannya, Bonaran juga menerima informasi bahwa salah satu balon bertindak massif, tersturktur dan sistemik kepada masyarakat di beberapa kecamatan. Tindakan itu lewat pembagian beras untuk warga miskin (raskin) yang memang jatah masyarakat. “Raskin baru diberikan setelah masyarakat memberikan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan menandatangani formulir untuk mendukung calon yang namanya masih dikosongkan dan menolak calon lainnya yang namanya juga masih dikosongkan,” tandasnya dan menambahkan selaku putra daerah yang siap jadi pembela masyarakat Tapteng.(tob/isa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar