Kamis, 08 Juli 2010

info BISNIS : Pengusaha Kopi Sumut Masih Enggan Jual Komoditasnya di Pasar International







MEDAN, INFO KARO TANGERANG– Aksi “wait and see” masih terus dilakukan importir dan eksportir kopi dunia menyusul masih menguatnya harga jual di pasar ditengah permintaan yang melemah karena musim panas.

“Akibat tindakan importir dan eksportir yang melakukan wait and see (menunggu dan melihat), ekspor-impor kopi terbatas,” kata Direktur CV Rahmat Putra Sejati–eksportir kopi Sumut, Saidul Alam, di Medan, Rabu.

“Wait and see” itu sendiri dilakukan importir karena menganggap harga jual kopi yang bertahan di level 3,5 dolar AS – 3,6 dolar AS per kg masih terlalu tinggi.

Apalagi, kata dia, kini permintaan kopi di pasar dunia agak tertekan karena sedang musim panas di mana menyebabkan konsumsi atas produk itu menurun.

Sementara, eksportir merasa harga jual 3,5 dolar AS – 3,6 dolar AS per kg itu juga masih belum sesuai dengan harga beli basis kopi asalan di pasar lokal yang bertahan Rp27.50 – Rp28.500 per kg.

Harga kopi yang menguat di pasar lokal itu sendiri karena pasokan yang tetap masih ketat.

Pasokan yang ketat itu terjadi karena pengaruh musim trek sebelumnya dan belum masuknya lagi panen baru, kata Saidul yang Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut.

Kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini misalnya menyebabkan panen kopi di berbagai sentra produksi Sumut menjadi terlambat.

“Hanya eksportir yang memiliki kewajiban memenuhi kontrak dagang yang melakukan pembelian, sementara eksportir lain memilih “wait an see” dan itu jelas berpengaruh ke petani di mana mereka akhirnya tidak menikmati sepenuhnya kenaikan harga kopi tersebut,” katanya.

Petani kopi di Sidikalang, Sumut, R.Sembiring, mengatakan, produksi kopi petani cenderung sedikit akibat cuaca.

Permintaan dari pedagang juga tren menurun dengan alasan perusahaan pabrikan membatasi pembelian.

“Sulit dagang kopi dewasa ini, dijual murah rugi, mau dilepas mahal tidak ada pembeli,” kata Sembiring.(n/isa)

Baca berita lainnya di sini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar