

Menyedihkan sekaligus mengenaskan, puluhan tahun akses jalan penghubung Sumut dan NAD hancur tak karuan. Fasilitas umum yang menjadi urat nadi ekonomi kedua provinsi sama sekali tak mendapat perhatian serius Pemerintah Daerah setempat. Jalan itu, terdapat di kabupaten Karo, antara desa Sarinembah - Kutabuluh Berteng.
Sekitar 25 km jalan ini, tak menggambarkan sebuah jalan Provinsi. Hampir tiap hari beberapa kendaraan berupa truk sembako terguling dan kandas di tengah jalan. Lubang menganga dalam menjadi pemandangan mengerikan. Sopir angkutan pun dengan terpaksa harus melewati jalan ini. Mereka bingung, darimana lagi harus melintas. Sedangkan jalan tanah Karo satu satunya jalan yang bisa dilewati rusak berat bagai tak bertuan.
Teriakan demi teriakan disuarakan masyarakat, bahkan beberapa pejabat pusat yang berasal dari Tanah Karo pun banyak angkat bicara tentang persoalan jalan. Namun, tak ada yang merespon. Apakah mereka sudah tuli, apakah mereka tak sanggup melobi, apakah karena ego sentris pejabat setempat.
Atau penyakit korupsi berkelompok sudah kronis didalamnya. Lalu, sampai kapan persoalan ini, dapat terselesaikan. Bila tak ada yang memulainya, elit politik lokal pun tak bergeming melihat persoalan ini. Lantas siapa yang harus bicara. Kalo kata nini bulang mungkin 'BEGU GANJANG' akan menjadi saksi kerusakkan ini.
Disatu sisi, apakah mereka takut dianggap korupsi atau sebaliknya. Perantau Karo pun sudah angkat bicara saat mereka PULKAM ketika ada kegiata prosesi adat pesta tahun (Merdang Merdem) bulan ini, mereka menyayangkan betapa bobroknya administrasi pengelolaan jalan di kampungnya. Sedangkan, daerah mereka merantau mampu membangun jalan yang tiap hari dilalui kendaraan dengan jumlah beribu-ribu kendaraan dengan jenis dan beban bertonton berbeda mampu mereka rawat dan bangun.
Jadi kepada siapa sebenarnya persoalan jalan rusak di ' tonjokkan', lantas kenapa anggaran perbaikan dan perawatan jalan penghubung SUMUT dan NAD ini, seakan-akan menghilang dari permukaan bumi. Kenapa misteri ini ada di tanah Karo si-Malem. Sudahkah kita dibodohi dan diakal akali....mungkinkah kita hanya menunggu dan menunggu...sampai kiamat 2012 datang ?? entahlah...???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar